Fungsidan Manfaat Filsafat Ilmu Cara kerjanya bertitik tolak pada gejala – gejala pengetahuan mengadakan reduksi ke arah intuisi para ilmuwan, sehingga kegiatan ilmu – ilmu itu dapat dimengerti sesuai dengan kekhasannya masing-masing 36 disinilah akhirnya kita dapat mengerti fungsi dari filsafat ilmu. Filsafat ilmu merupakan salah satu
Refleksi Filsafat Ilmu Pertemuan ke 6 Hari Kamis, 05 November 2015 Pukul – Fungsi dan Arah Filsafat Narasumber Prof. Dr. Marsigit, Pada saat inilah, para filsofof kemudian mencoba memandang dunia dengan cara yang lain yang belum pernah dipraktekkan sebelumnya, yaitu berpikir secara ilmiah. Dalam mencari keterangan tentang alam semesta, mereka melepaskan diri dari hal-hal mitis yang secara turun-temurun diwariskan oleh tradisi. Dan selanjutnya mereka mulai berpikir sendiri. Di balik aneka kejadian yang diamati secara umum, mereka mulai mencari suatu keterangan yang memungkinkan mereka mampu mengerti kejadian-kejadian itu. Dalam artian inilah, mulai ada kesadaran untuk mendekati problem dan kejadian alam semesta secara logis dan rasional. Berdasarkan pemahaman dasarnya, persepsi ini tidak tepat, meskipun di dalamnya terkandung manfaat. Secara khusus, filsafat merupakan perbincangan mencari hakikat sesuatu gejala atau segala hal yang ada. Artinya, filsafat merupakan landasan dari sesuatu apapun , tumpuan segala hal, jika salah tentulah berbahaya, sedikitnya akan merugikan. Apabila kehidupan berpengetahuan itu diibaratkan sebuah pohon maka filsafat adalah akarnya, yaitu bagian yang berhyubungan langsung dengan sumber kehidupan pohon itu, sedangkan batang, dahan, ranting, daun, bunga, dan buah menjadi bahan kajian ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu berperan fundamental dalam melahirkan, memelihara, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Fungsi filsafat ilmu adalah didasarkan pada pengertian filsafat sebagai suatu integrasi atau pengintegrasi sehingga dapat melakukan fungsi integrasi ilmu pengetahuan. Sebagian besar orang hanya menyangkutkan apa yang paling dekat dan apa yang paling dibutuhkannya pada saat dan tempat tertentu. 1. Dalam Kehidupan Praktis Filsafat memang abstrak, namun tidak berarti filsafat sama sekali tidak bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari yang kongkret. Keabstrakan filsafat tidak berarti bahwa filsafat itu tak memiliki hubungan apa pun juga dengan kehidupan nyata setiap hari. Filsafat ilmu menggiring manusia kepengertian yang terang dan pemahaman yang jelas. Kemudian, filsafat itu juga menuntun manusia ketindakan dan perbuatan yang konkret berdasarkan pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas. Filsafat ilmu membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita, karena filsafat mengajarkan bagaimana kita bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar. Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu, fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan, yakni a. Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada. b. Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya. c. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. d. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan Filsafat ilmu berfungsi untuk menjelaskan keberadaan manusia di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan alat untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Filsafat ilmu memberikan kebiasaan dan kebijaksanaan untuk memandang dan memecahkan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang hidup secara dangkal saja, tidak mudah melihat persoalan-persoalan, apalagi melihat pemecahannya. Filsafat ilmu mengajak untuk berpikir secara radikal, holistik dan sistematis, hingga kita tidak hanya ikut-ikutan saja, mengikuti pada pandangan umum, percaya akan setiap semboyan dalam surat-surat kabar, tetapi secara kritis menyelidiki apa yang dikemukakan orang, mempunyai pendapat sendiri, dengan cita-cita mencari kebenaran. Sedangkan Ismaun 2001 mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana. Arah-arah Filsafat Ilmu sangat berkaitan erat bahkan dapat dikatakan terpusat pada konsep tentang manusia. Oleh karena itu arah filsafat ilmu secara potensial turut mendorong berkembangnya pemikiran tentang hakikat manusia sehingga menghasilkan perbaikan-perbaikan validitas dan signifikansi konsep Filsafat Ilmu. Hal ini mengandung arti turut mendorong berkembangnya filsafat tentang manusia atau antropologi dengan ini lahirlah arah dan konsep tentang hakikat manusia sebagai animal rasionale, animal sociale, animal symbolicum, homo sapiens, homo economicus, homo homini lupus, homo ludens dan sebagainya. Berbagai arah filsafat ilmu tersebut di atas, memberikan dampak terciptanya konsep-konsep atau teori-teori ilmu yang beragam. Masing-masing konsep akan mendukung filsafat ilmu tersebut. Dalam membangun teori-teori pendidikan, filsafat ilmu juga mengingatkan agar teori-teori itu diwujudkan diatas kebenaran berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. Dengan kata lain, teori-teori pendidikan harus disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah.
PengertianFilsafat Ilmu. Fil safat ilmu ialah suatu pengetahuan yang dijelaskan secara sistematis, radikal, kritis, dan universal sehingga mampu menghasilkan pemikiran yang tepat dan logis. Objek kajian filsafat ilmu. 1. Objek material Ialah sesuatu yang berwujud yang mungkin ada, baik secara fisik maupun konkret dan tampak maupun tidak tampak. 2.

Abstrak Kemajuan dalam pembangunan sangatlah erat hubungannya dengan kemampuan dalam berpikir dan bernalar sebagai landasan dalam pengambilan kesimpulan dan keputusan sebuah kebijakan, oleh karena itu untuk keperluan kemajuan pembangunan disegala bidang sangatlah diperlukan ilmu pengetahuan dan diperlukan juga jiwa-jiwa pemikir yang handal, sebagai sarana dalam berpikir maka kita memerlukan dasar ilmu yang bias mengantarkan kita pada landasan pacu yang kuat yaitu pemahaman tentang filsafat ilmu, karena dengan filsafat ilmu masyarakat akan memahami dan mengenal bidang keilmuan dengan berbagai aspeknya dan harapannya percepatan dalam paradigma keilmuan akan berkembang dengan cepat. Kata kunci filsafat, ilmu, filsafat ilmu PENDAHULUAN Membahas tentang Filsafat dan Ilmu. Kami mengangkat tema tersebut karena kami menyadari bahwa masih banyak dari kita yang tidak menyadari secara sepenuhnya jika dalam dunia pendidikan pun kita sebenarnya telah berfilsafat. Berfilsafat itu tidak hanya dilakukan oleh ilmuan-ilmuan terdahulu ataupun oleh orang-orang yang ingin menguasai agama hingga ke akar-akarnya. Bahkan oleh anak-anak yang belum waktunya mengenyam pendidikan pun sesungguhnya telah berfilsafat dengan bagaimana mereka mempertanyakan sesuatu dan menelaah untuk dapat memahaminya. Karena itulah kami mengangkat tema ini sebagai pembahasan dalam makalah kami. Untuk menambah pengetahuan kami dan untuk memenuhi tugas mata kuliah filsafat ilmu.

FilsafatIlmu merupakan dua kata yang berbeda, namun dua kata berbeda itu mempunyai keterkaitan antara Filsafat dengan Ilmu. Melalui buku Filsafat Ilmu merupakan karya besar dari Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, melalui karyanya ini pembaca di bawa untuk berfikir secra kritis.Dari tahun ke tahun ilmu sangat berkembang pesat, dari buku inilah menguak Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. A, Pengertian Filsafat ilmu Filsafat dan ilmu merupakan dua kata yang berkaitan, baik secara substansi atau historis, karna tidak akan terlepas dari Problema filsafat ilmu ada 6. Menurut A cornelus B Jamin problema adalah suatu situasi praktis atau teoritis yang otomatis yang memadai dan memerlukan proses-proses Problema Epistemologis/pengetahuan/Theory Of Knowledge, Alasannya karena pengetahuan yang diilmukan atau dikonsepkan, karena ilmu itu terukur. Dan secara etimologis diartikan yang benar dan lazim dalam filsafat ilmu pengetahuan, dimana dalam filsafat ilmu pengrtahuan adalah suatu ilmu pengetahuan yg membahas berbagai segi dari ilmu, secara material adalah suatu ilmu pengetahuan itu sendiri. Dan seseorang yang dianggap berpengetahuan adalah orang yg telah dianggap sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan dari epistimologis sendiri. 2. Problema Metafisikamengenai apa yang ada, apa yg tidak ada yg dimunculkan oleh john loke dan Reine Des Cartes. 3. Problema MetodelogisYang menyangkut struktur pertanyaan ilmiah. Contoh metode apa saja yg digunakan untuk mendapat suatu ilmu?, Sarana apa saja yg dapat membantu kita mendapat ilmu?.4. Problema logika/penyimpulanYaitu penawaran suatu proses berfikir yg membuahkan pengetahuan, agar pengetahuan yg dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar Problema Etika/MoralitasMoralmos atau mores, yaitu suatu kebiasaan. yg ada dalam bahasa indonesia yaitu kesusilaan. Dalam objek materialnya adalah lerilaku manusia yang dilakukan secara sadar, dan objek formalnya yaitu mengenai baik buruk suatu perilaku Problema Estetika/keindahan/philosophy of beautyyg berasal dari kata yunani yg berarti hal hal yang dapat diserap dengan indera, yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai nilai atau sesuatu yang disebut indah atau tidak indah. C. Arah FilsafatMengarahkan untuk hidup lebih baik, arahnya pun tidak mudah, kita harus menkritisi sesuatu ilmu yang kita harus pikir secara Fungsi filsafat1. Sebagai landasan untuk Dan dasar dari ilmu yang kita Manfaat dari filsafat ilmu 1. Mendidik kita menjadi lebih baik 2. Membuat kita berfikir secara kritis dan mendalam 3. Membuat kita mengetahui semua yang ada di ilmu. pengetahuan 4. Cenderung membuat kita berfikir positif Lihat Filsafat Selengkapnya
FungsiFilsafat Ilmu • Menurut Susanto (2011), tiga hal yang dapat diambil pelajaran dari filsafat. Pertama, filsafat telah mengajarkan seseorang untuk lebih mengenal diri sendiri secara totalitas. Kedua, filsafat mengajarkan tentang hakikat alam semesta. Ketiga, filsafat mengajarkan tentang hakikat Tuhan.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. PENGERTIAN FILSAFAT ILMUFilsafat ilmu berasal dari dua kata yaitu FILSAFAT dan ILMU. Filsafat adalah ilmu yang mempelajari secara mendalam untuk mencapai sebuah kebenaran. Sedangkan Ilmu adalah usaha sadar manusia untuk mengetahui menyelidiki dan menambah pengetahuan. Filsafat ilmu merupakan dua kata yang saling berkaitan satu sama lain, dengan ada nya sebuah kajian filsafat maka ilmu itu ada lengkap dan dapat ditelaah dengan baik. OBJEK KAJIAN FILSAFAT ILMU Ada dua objek kajian dalam filsafat ilmu. Yaitu1. Objek Material dimana objek ini menjadi objek sasaran seseorang dalam menelaah sebuah ilmu2. Objek Formal dimana objek ini menjadi objek pendukung yang menciptakan persepsi dalam menelaah sebuah ilmuPROBLEM DALAM FILSAFAT ILMU Problem dalam filsafat ilmu itu bisa di sebutkan sebagai berikut1. Problem Epistimologis2. Problem Metafisis3. Problem Logis4. Problem Etis5. Problem EstetisFUNGSI FILSAFAT ILMUFungsi dari filsafat ilmu adalah sebagai landasan utama dalam mempelajari sebuah ilmu pengetahuanARAH FILSAFAT ILMUArah dari filsafat ilmu adalah dapat mengarahkan seseorang kepada kehidupan yang lebih baik dengan cara menerapkan apa yang sudah ada dalam kajian filsafat IlmuMANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT ILMU1. Mendidik Individu menjadi lebih baik2. Melatih berfikir kritis dalam segala hal3. Mempermudah mengetahui ilmu-ilmu lainnya. 1 2 Lihat Filsafat Selengkapnya
Fungsidan Arah Filsafat Ilmu Untuk menjelaskan keberadaan-keberadaan manusia dan memecahkan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Filsafat ilmu diarahkan pada pemahaman terhadap wawasan dan mengarahkan hidup kita agar lebih baik. 5. Manfaat Mempelajari Ilmu Filsafat - Menjadikan diri bersifat dinamis dalam menghadapi berbagai
1. Silahkan saudara jelaskan konsep dasar filsafat! Jawab Istilah filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yaitu segi semantik dan segi praktis. Dalam segi semantik kata filsafat sendiri berasal dari bahasa Yunani berupa philosophia yang berarti philos atau cinta dan sophia atau pengetahuan. Sedangkan berdasarkan segi praktis, filsfat berarti alam pikiran atau alam berpikir, maksudnya disini berfilsfat berarti berpikir dan olah pikiran, namun, tidak semua berpikir dapat dikategorikan berfilsafat. Berpikiran yang masuk dalam kategori berfilsafat dijelaskan oleh Sidi Gazalba 197343 dalam buku Sadulloh, 2011 hlm. 18 adalah apabila erpikir tersebutmengandung tiga ciri, yaitu radikal, istematis, dan universal. Istilah filsafat juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara sadar maupun tidak sadar. Dalam hal ini filsfat dimaknai sebagai suatu pendirian dan pandangan hidup. Beberapa ahli telah mengemukakan pikirannya mengenai definisi filsafat yaitu a. Plato 428-348 dalam buku Kristiawan, 2016 menyatakan bahwa filsafat merupakan pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Filsfat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada. b. Aristoteles 384-322 SM pada buku Kristiawan, 2016 hlm. 2 dinyatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafiska, logika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. c. Harold Titus 1959 di dalam buku Sadulloh, 2011 hm. 17 mengungkapkan bawa filsafat adalalah suatu metode berpikir reflektif yang mengintegrasikan pengetahuan manusia yang berbeda-beda dan menjadikan suatu pandangan komperehensif tentang hidup, alam semesta serta makna hidup. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwasannya filsafat merupakan suatu metode berpikir manusia untuk mencapai pengetahuan kebenaran yang asli yang menjadikan suatu pandangan komperehensif tentang alam, hidup, maupun . 152 368 172 191 453 384 390 67

arah dan fungsi filsafat ilmu